Gerakan Nasional Memungut Sampah Kafilah Pandu Penuntun HW seluruh Indonesia

0
33

Surakarta – “Berawal dari pertemuan silaturrahim nasional 1 abad HW di Bumi Perkemahan Cibubur dua bulan yang lalu, Pandu Penuntun yang mewakili Kafilah HW di Perguruan Tinggi Muhammadiyah berinisiasi melakukan kegiatan pasca silatnas yang inspiratif dan penuh makna, akhirnya tercetuslah kegiatan pungut sampah serentak secara nasional yang dilakukan hari ini Kamis tanggal 21 Februari 2019 bertepatan dengan hari peduli sampah nasional. Isu global saat ini sedang mengangkat masalah lingkungan khususnya plastik, kita sebagai Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, ini merupakan salah satu bentuk cinta tanah air dan aksi nyata kepedulian kita sebagai Pandu Penuntun mengatasi masalah sampah”, terang Ahmad Khoirul. “Hal ini akan terus kami kampanyekan kepada masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi secara masif penggunaan barang bahan plastik, akan melestarikan lingkungan kita dan akan mewariskan hal yang baik untuk generasi berikutnya, karena plastik bisa terurai dalam waktu ratusan tahun”.

Kegiatan pada tahun ini dimulai dari lingkungan Kampus dan sekitarnya. Ada 18 Kafilah yang berpartisipasi dalam kegiatan ini yang terdiri dari: Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Surabaya, STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, STKIP Muhammadiyah Kotabumi Lampung, UNIMUDA Sorong Papua Barat, IAIM Muhammadiyah Sinjai, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Pekalongan, STIKES ‘Aisyiyah Surakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sampah yang terkumpul hari ini, oleh Kafilah di kampusnya masing-masing akan dipilah sesuai dengan jenisnya dan ditimbang serta di data, apabila sampah masih bisa didaur ulang akan di daur ulang, pungkas Ahmad Khoirul dari Kafilah Penuntun Moh Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here