Kwartir Pusat HW Tandatangani Kerjasama dengan BNPB dan MDMC

0
57

HIZBULWATHAN.OR.ID, YOGYAKARTA – “Pandu Hizbul Wathan itu Siap Menolong dan Wajib Berjasa”,  bunyi undang-undang Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) nomor 3 diimplementasikan oleh Kwartir Pusat HW melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama dua instansi penanggulangan bencana terdepan di Indonesia, yaitu BNPB dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) pada Jum’at 19/06/2020.

Agenda penandatanganan yang dilaksanakan di kantor BPBD D.I. Yogyakarta pada (19/6) ini adalah untuk menyepakati penerapan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) HW yang akan diterapkan di seluruh amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan.

Ketua Umum Kwartir Pusat HW, Ramanda Muchdi Purwoprandjono dalam sambutannya mengatakan, “Kerja sama antara BNPB, MDMC, dan Hizbul Wathan ini cukup strategis, saya harap setelah penyusunan, dapat segera diaktualisasikan di daerah-daerah, baik wilayah maupun kabupaten dan kota” ungkapnya.

Selanjutnya Ramanda Muchdi menambahkan, “Penanganan kebencanaan sangat perlu untuk diintegrasikan dalam kegiatan-kegiatan kepanduan sehingga bentuk kerja sama ini harus dilaksanakan sesegera mungkin pasca penandatanganan” tandas mantan Komandan Jenderal Kopassus ini.

Rencananya kerja sama ini akan dilangsungkan selama dua tahun, yang akan mencakup pada implementasi bimbingan teknis (bimtek) dan penyusunan materi bimtek yang dimulai dari modul, petunjuk teknis, bahkan hingga buku saku untuk pedoman para pelatih dan pembelajaran para anggota didik pandu Hizbul Wathan di seluruh Indonesia yang tergabung dalam pangkalan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Mitigasi BNPB, Johny Sumbung menyampaikan bahwa “langkah dan tindakan konkret akan segera dilaksanakan setelah penandatanganan PKS implementasi SPAB ini, sinergitas penerapan SPAB dengan para pihak terkait dapat mendorong penerapan SPAB secara berkelanjutan sehingga dapat menjadi suatu upaya pendidikan mitigasi bencana bagi warga sekolah/peserta didik” pungkasnya.

Budi Setiawan, Ketua MDMC menegaskan bahwa “MDMC sebagai salah satu garda terdepan penanggulangan bencana milik Muhammadiyah dan Hizbul Wathan sebagai gerakan kepanduan, akan mampu melatih serta meningkatkan kewaspadaan anggota/peserta didiknya terhadap persoalan kebencanaan. Oleh karena itu, program kerja sama ini sangat tepat apabila ditangani bersama-sama dengan BNPB”, ungkap Budi.

“Alhamdulillah, Muhammadiyah melalui MDMC dan Hizbul Wathan, yang merupakan unit kegiatan kebencanaan dan kepanduan terus bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas persoalan kebencanaan melalui pelatihan-pelatihan HW di pangkalan-pangkalan sekolah Muhammadiyah. SPAB ini juga akan dimasukan materi mengenai persoalan-persoalan kebencanaan khusus, misalnya bagaimana menghadapi pandemi Covid-19 dan kebencanaan lainnya”, tambah Budi.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini secara langsung ditandatangani oleh Johny Sumbung (Direktur Mitigasi Bencana BNPB), Budi Setiawan (Ketua MDMC/Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah), dan Muchdi Purwoprandjono (Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan).

(Hafizhan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here