WhatsApp Image 2017-10-29 at 18.38.57

Menyongsong 1 Abad HW 2018, Kwarda HW Kota Makassar Selenggarakan kegiatan Jambore Daerah

www.hizbulwathan.or.id – Kota Makassar, Sulawesi Selatan : Gerakan kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kota Makassar Melaksanakan Rapat Kerja dan Pelantikan Pimpinan Kwartir Daerah serta Jambore Ke-4 Tingkat Pengenal dan ke-2 Tingkat penghela. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 26-29 Oktober 2017 bertempat di  bumi pariwisata Prasejarah Benteng Somba Opu Makassar Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh kepala sekolah dan pembina serta siswa/siswi pelajar Muhammadiyah Sekota makassar.

Kegiatan ini bertemakan “Jambore KEREN” bersama Hizbul Wathan. Dimana peserta di Harapkan menjadi pandu yang Kreatif, Pandu yang Edukatif dan Pandu yang Rescue.  Kegiatan jambore kali ini meliputi berbagai kegiatan di antaranya ialah : permainan Persahabatan, giat Prestasi (lomba membuat usungan,lomba tiang bendera,lomba kaligrafi,lomba masak 4 sehat 5 sempurna), giat permainan rakyat (tarik tambang, lari karung,dll) pentas seni malam. Jelajah Alam, halang Rintang, pameran karya dan lain lain.

Kegiatan  Jambore kali ini di buka oleh Pimpinan Daerah muhammadiyah Kota  Makassar,  Yang juga sekaligus melantik pimpinan Kwarda HW Kota Makassar. Dalam sambutannya memberikan semangat pada para Pimpinan Kwarda untuk terus dapat berbuat dalam pembentukan kader demi ummat, Agama dan negara. Serta memacu semangat para kader kader Pandu HW untuk terus dapat berkarya dan berprestasi.

Ramanda Syawaluddin selaku ketua Kwarda kota Makassar mengatakan bahwa dilaksanakannya jambore kali ini adalah memang sudah tiba waktunya para anggota HW di Qabilah bertemu sesama penghela dan pengenal dalam satu kegiatan akbar. Dan juga menjadi satu momen dimana para kader dapat dapat menunjukkan Kreatifitasnya mengevaluasi kualitasnya dan juga menunjukkan semangat ber Hizbul Wathannya sebagai kader penerus dan penyempurna amanah. Harapan KWARDA HW Makassar HW itu harus mengamalkan 3 Dg.Kulle. yakni :

  1. Kulle Nicini’, maksudnya HW itu harus dapat terlihat, bukan hanya di hutan, di desa, tapi di mana pun harus terlihat, di sekolah, kader harus bisa berbuat dimana pun dia berada sebagai kader HW.
  2. Kulle ni kasia’ . maksudnya karya kader HW itu dapat dirasakan oleh siapa saja Maka kader HW harus selalu siap siaga untuk berjasa.
  3. Kulle ni tanjaki. Maksudnya apapun yg kader HW perbuat harus selalu berwujud Sehingga akan selalu dapat di kenang oleh siapa saja Tidak hanya dalam konsep atau cerita saja. (AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *