Muhammadiyah Dorong Pelatihan Kebencanaan Selesaikan Konflik Papua

0
3
Pengantar TOT Fasilitatir oleh Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan. (Foto: Andi)

HIZBULWATHAN.OR.ID, BANTUL – Muhammadiyah melalui Lembaga Penanggulangan Bencana atau MDMC terus memaksimalkan pendidikan resiko bencana lewat acara TOT Fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana MDMC PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng Hizbul Wathan (HW) sebagai peserta fasilitor. Acara yang digelar di Wisma Unires Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada (26-29/9) melibatkan peserta fasilitator HW dari Kwartir Wilayah HW se-Jawa.

Menyambut baik pelatihan TOT Satuan Aman Bencana, Muchdi Purwopranjono Ketua Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan berharap kegiatan ini mampu memacu pendidikan kebencanaan sehinga dapat dikembangkan pelatihan dan pendidikan aman bencana di wilayah dan daerahnya masing-masing.

Muchdi PR, juga menginkan MDMC PP Muhammadiyah bersama Hizbul Wathan bisa melaksanakan pendidikan aman bencana di Papua dimana sebagaimana yang diketahui Papua saat ini terjadi konflik kemanusiaan.

“Kalau bisa dilaksanakan setelah ini di Papua tentu harus segera ditangani agar segera bisa sederajat dengan provinsi yang lain di Indonesia. Kalau dalam negara federal Papua lebih federal dari negera federal sendiri yang memiliki keistimewaan jika disbanding dengan provinsi lain di Indonesia,” ungkap Muchdi PR.

Sementara itu, Budi Setiawan Ketua MDMC PP Muhammadiyah yang membuka acara menyampaikan, TOT yang diselenggarakan bekerjasama dengan BNBP memandang Hizbul Wathan (HW) sebagai organisasi kepanduan mempunyai kegiatan-kegiatan disekolah yang sejalan dengan pendidikan kepanduan. Untuk itu maka sangat penting fasilitator /pelatih HW di bekali materi pendidikan aman bencana.

“Adanya fasilitator TOT Aman bencana diharapkan bisa mendidik adik-adik HW yang ada disekolah sebagai peningkatan resiko bencana. Dimana bencana terjadi ketika ketidaksiapan menghadapi bencana,”ungkap Budi Setiawan.

Budi juga menyampaikan MDM saat ini masih terus fokus menanggani kabut asap yang terjadi di Karhutla dan beberapa tempat lain di Jambi, Riau Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Timur. Ada enam provinsi dalam menanggani asap kebakaran terutama di Karutla yaitu dengan mendirikan mobil oksigen dan rumah oksigen. Bahkan kemarin Tim Medis MDMC juga mengawal beberapa aksi demonstrasi di Jakarta dan beberapa kota.

“Hal ini dilakukan MDMC sebagai spirit awal Muhamamdiyah dalam kebencanaan sebagaimana pesan KH Ahmad Dahlan ketika akan memberangkatkan KH Sudja’ bersama timnya ke Gunung Kelud satu abad yang lalu ‘Sudja’  tolonglah siapapun yang mebutuhkan kamu tidak perlu bertanya agamanya apa sukunya apa, kata KH Ahmad Dahlan.

Karena bagi Muhammadiyah amal sebagaimana Al-Maun yang diajarkan KH Ahmad Dahlan adalah semangat membantu sesama tanpa perlu membelah suku dan agamanya. Dan saya yakin semangat itu ada pada Hizbul Wathan sebagai pembela tanah air.

Mengenai kasus Papua, Budi Setiawan juga menyatakan MDMC siap membantu mengenai kebencanaan kemanusiaan yang terjadi di Papua. Bahkan MDMC selama ini sudah melakukan berbagai progam dan kegiatan di Papua seperti di Sorong. (Andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here