Muchdi PR: Menyiapkan Pemimpin, merupakan tugas pokok Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan

0
1

Suasana sejuk dan dingin menyelimuti lokasi kegiatan pelatihan nasional HW di Pondok Pesantren Al-Qur’an Babussalam Dago Atas, Bandung. Peserta antusias mengikuti pelatihan dengan memakai seragam HW disetiap materi yang disampakan pelatih di ruang kelas, kegiatan setelah sholat shubuh berjama’ah, mendengarkan dan mencatat tausiyah dari Kyai Mukhtar Adam pimpinan pondok menjadi angin segar menambah ilmu pengetahuan tentang al-quran, hadist dan perkembangan dunia islam. Setelah selesai menimba ilmu dari Ramanda Kyai, peserta mengikuti olah raga pagi merenggangkan anggota tubuh diiringi musik riang gembira, dilanjutkan dengan laatihan olah vokal oleh Ramanda Ucin seniman HW dengan suara lantang meliak liuk seperti aktor yang akan pentas di panggung yang besar. Sebelum masuk ke dalam ruangan, setiap pagi peserta menyantap sarapan pagi kupat tahu, lontong sayur dan nasi kuning yang langsung disiapkan di warung masyarakat depan pondok pesantren, tanda tuan rumah dekat dengan masyarakat sekitar pondok.

Pelatihan Jaya Matahari 1 angkatan ke-5 kali ini dimulai pada tanggal 23 dan berakhir tanggal 30 Desember 2019 dengan menempuh materi sebanyak 4110 menit/68,5 jam. Peserta ditempa dengan berbagai metode, mengerjakan berbagai tugas seperti tes awal, tugas individu, tugas kelompok, resume materi, praktik memberikan pelajaran dan tes akhir, serta diberi pengetahuan tentang materi dasar pelatih nasional, materi keahlian, keterampilan, dan wawasan kebangsaan. Peserta berjumlah 22 orang, terbanyak berasal dari Jawa Barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Jawa Tengah dan Banten.

Perkaderan pemimpin HW melalui Jaya Matahari 1 mempunyai tujuan mencetak pelatih nasional dan pemimpin HW di masa yang akan datang, yang siap setiap saat melatih di Qabilah dan menjadi tim pelatih di pelatihan Jaya Melati 1 dan Jaya Melati 2 di daerahnya masing-masing.

Pelatihan ini merupakan salah satu Pelatihan bagi Pelatih Qabilah yang sudah berpredikat ahli pandu Athfal, Pengenal, Penghela/Penuntun. Sebagai Pelatih, diharapkan memiliki kekayaan pengetahuan teknik kepanduan (scouting technic) maupun keterampilan kepanduan (scouting skill-handcarft scout), di samping pengalaman memimpin anggota didik.

Seorang pelatih yang tidak berpengalaman memimpin anggota didik, akan mengalami hambatan dalam menyampaikan materi, terutama dalam hal praktik penghayatan lapangan. Oleh karena itu pelatihan ini bertujuan menyiapkan dan meningkatkan kualitas maupun kuantitas Pelatih, yang mampu mencetak Pelatih Qabilah serta anggota dewasa melalui pelatihan-pelatihan secara berdaya guna dan tepat guna.

Ketua Umum Kwartir Pusat HW Ramanda Muchdi PR menyampaikan bahwa dengan pelatihan ini dan pelatihan-pelatihan lainnya, dapat menjadi bekal untuk meneruskan amanah pendiri Muhammadiyah dan HW, agar eksistensi dakwah amar ma’ruf nahi mungkar Muhammadiyah dan HW terus berdiri tegak di masa yang akan datang, karena tantangan bangsa kita ke depan tidak ringan, semua tergantung bagaimana kita menyiapkan pemimpin HW dan pemimpin bangsa di masa yang akan datang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here