Sabtu, Mei 23, 2026
BerandaKABAR HWPidato Ketua Umum dalam Milad ke-107 Hizbul Wathan “Bertumbuh, Utuh, dan Tangguh”

Pidato Ketua Umum dalam Milad ke-107 Hizbul Wathan “Bertumbuh, Utuh, dan Tangguh”

HIZBULWATHAN.OR.ID, YOGYAKARTA – Marilah kita awali dengan bersyukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada malam hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam suasana kebersamaan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meneguhkan komitmen, serta menyalakan dan menggelorakan kembali kekuatan Kepanduan Hizbul Wathan sebagai benteng terdepan dalam pembinaan karakter bangsa Indonesia. 

Momentum Milad ke-107 Hizbul Wathan bukanlah sekadar peringatan seremonial atau penanda bertambahnya usia organisasi. Lebih dari itu, Milad ini harus dimaknai sebagai refleksi bersama atas perjalanan panjang perjuangan Hizbul Wathan, sebagai ajang konsolidasi organisasi, sekaligus sebagai ruang proyeksi ke depan dalam meneguhkan arah dan peran strategis Kepanduan Hizbul Wathan di tengah dinamika zaman.

Sejak didirikan oleh Ramanda Kiai Haji Ahmad Dahlan hingga saat ini tidak terbantahkan bahwa kepanduan Hizbul Wathan adalah tempat untuk menyemai kader-kader pemimpin bangsa. Pemimpin nasional telah banyak yang lahir dari Hizbul Wathan, di antaranya Ramanda Muchdi Purwoprandjono, Jenderal Soedirman, Ir. Juanda, Mr. Kasman Singodimedjo adalah contoh konkret hasil dari pembinaan dan pengkaderan di dalam kepanduan Hizbul Wathan.

Ramanda dan Ibunda yang kami banggakan, dalam refleksi perjalanan Hizbul Wathan pada tahun 2025 ini, kami telah berupaya sekuat tenaga untuk memperjuangkan pengakuan dan keberlangsungan Kepanduan Hizbul Wathan melalui berbagai ikhtiar kebijakan. Bersama para tokoh Muhammadiyah yang berada di lembaga legislatif, sempat terlintas dan dikaji upaya untuk mengajukan uji materiil (judicial review) terhadap Undang-Undang Kepramukaan, yang dalam pandangan kami belum sepenuhnya mewadahi keberagaman kepanduan yang ada di Indonesia. Dalam proses tersebut, kami juga telah berkonsultasi dan meminta pandangan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sebagai bagian dari ikhtiar tersebut, kami melakukan silaturahmi dan konsolidasi ke berbagai wilayah, di antaranya Padang, Ambon, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan, untuk menghimpun dukungan dan memperkuat kesepahaman bersama. Meskipun upaya judicial review tersebut belum terwujud, alhamdulillah telah diterbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 yang mengakomodasi keberadaan kepanduan. Jika sebelumnya regulasi hanya menyebut Gerakan Pramuka, kini secara eksplisit mencantumkan Pramuka dan kepanduan lainnya. Oleh karena itu, kita patut bersyukur, karena kebijakan ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah yang sejak lama kita nantikan bersama.

Selanjutnya, Ketentuan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 11/KTN/I.4/F/2024 telah memberikan penguatan moral dan kelembagaan yang sangat berarti, dengan menegaskan bahwa satu-satunya kepanduan yang diselenggarakan di satuan pendidikan Muhammadiyah adalah Hizbul Wathan. Penegasan ini menjadi landasan penting dalam menata kembali konsistensi dan militansi kader.

Dengan demikian, tidak ada lagi kader-kader Muhammadiyah yang berdiri di atas dua kepanduan. Seluruh kader di lingkungan Muhammadiyah diharapkan meneguhkan pilihan dan pengabdiannya secara utuh dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sebagai rumah besar pembinaan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian bagi persyarikatan, umat dan bangsa.

Harapan kami selanjutnya adalah agar Hizbul Wathan dapat semakin eksis dan berkembang di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Saat ini kami terus melakukan komunikasi dan konsultasi untuk merumuskan langkah-langkah strategis agar Kepanduan Hizbul Wathan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pada lembaga Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Agama Islam di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. 

Kami berharap ke depan setiap program studi di lingkungan PTMA dapat memiliki muatan kurikulum Kepanduan Hizbul Wathan. Harapan ini kami jadikan sebagai bagian dari refleksi dan proyeksi pengembangan Kepanduan Hizbul Wathan pada tahun 2025, sekaligus sebagai ikhtiar memperkuat kesinambungan pembinaan kader dari tingkat pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Selanjutnya, dalam proyeksi pengembangan pada tahun 2026, kami berharap dilakukan analisis efektivitas terhadap setiap program yang telah dan akan dilaksanakan. Kepada Ramanda dan Ibunda sekalian, kami mengajak agar setiap pelaksanaan program senantiasa disertai dengan evaluasi yang objektif dan konstruktif, bukan untuk mencari kesalahan atau kelemahan, melainkan sebagai sarana pembelajaran dan perbaikan dalam menyusun strategi pelaksanaan kegiatan pada masa yang akan datang.

Ramanda Ibunda yang kami hormati, hasil pemikiran yang mengemuka dalam Seminar Nasional Hizbul Wathan yang dilaksanakan tadi malam menegaskan pentingnya modernisasi kurikulum kepanduan. Kita tidak dapat mengelak bahwa karakter dan tantangan generasi saat ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Tantangan digitalisasi, disrupsi teknologi, dan arus globalisasi menuntut Hizbul Wathan untuk secara serius melakukan peninjauan dan pembaharuan kurikulum kepanduan. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan dan pelatihan Hizbul Wathan, mulai dari Jaya Melati 1, Jaya Melati 2, Jaya Matahari 1, hingga Jaya Matahari 2, perlu terus disesuaikan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai

dasar kepanduan.

Selanjutnya, proyeksi ketiga pada tahun 2026 adalah implementasi program pendidikan dan pelatihan (diklat) secara lebih terstruktur dan intensif, guna memperkaya serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatih Hizbul Wathan. Kami mengharapkan agar diklat pada jenjang Jaya Melati 1, Jaya Melati 2, Jaya Matahari 1, hingga Jaya Matahari 2 dapat dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih mendalam, sistematis, dan berkelanjutan.

Selanjutnya, prioritas berikutnya adalah peningkatan kapasitas dan kapabilitas Pandu melalui kegiatan dan ajang perlombaan yang diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari tingkat Kwartir Daerah hingga Kwartir Pusat. Program ini diharapkan menjadi ruang aktualisasi, pembinaan karakter, serta penguatan jiwa kepemimpinan generasi muda Hizbul Wathan.

Ramanda Ibunda yang kami hormati, tema Milad ke-107 Hizbul Wathan, “Bertumbuh, Utuh, dan Tangguh,” merupakan tema yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Kita menyaksikan saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh tengah diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bencana alam.

Dalam situasi tersebut, tanpa dikomando dan tanpa instruksi formal, kader-kader Hizbul Wathan telah bergerak membantu sesama. Laporan yang kami terima menunjukkan bahwa semangat kepanduan telah hidup dan bekerja nyata di tengah masyarakat. Meskipun terdapat kebijakan, terutama terkait anjuran Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar penghimpunan donasi dilakukan melalui satu pintu, insyaallah dengan kebijakan tersebut kader-kader Hizbul Wathan tetap siap berbagi dan menolong sesama. Karena pada hakikatnya, Pandu Hizbul Wathan selalu siap menolong dan wajib berjasa.

Oleh karena itu, kami berharap motto dan tema Milad ke-107 Hizbul Wathan ini dapat menginspirasi seluruh kader Hizbul Wathan, dari tingkat Qabilah hingga Kwartir Pusat, dari Aceh hingga Papua, untuk terus menyongsong dan membesarkan Hizbul Wathan, menegakkan serta meninggikan panji-panji Hizbul Wathan di seluruh bumi Nusantara.

Memang hal tersebut tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Kita memiliki kekuatan yang kita yakini bersama, yaitu pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selama kita berjuang dengan ikhlas, berjuang untuk membesarkan Hizbul Wathan dan melahirkan kader-kader umat dan bangsa yang berintegritas, insyaallah kita akan senantiasa mendapatkan petunjuk dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Akhir kata, selamat Milad ke-107 Hizbul Wathan. Semoga Hizbul Wathan senantiasa bertumbuh dalam kualitas, unggul dalam nilai dan jati diri, serta tangguh dalam menatap masa depan.

*Pidato Milad ke-107 Hizbul Wathan disampaikan oleh Ramanda Aman Suyadi (Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan) dalam acara Puncak Milad 107 HW yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025 di Amphitheater Teras Malioboro 1

Red
Redhttps://hizbulwathan.or.id
Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan merupakan Organisasi Otonom Persyarikatan Muhammadiyah yang berada di tingkat Pusat, yang mempunyai struktur organisasi dibawahnya terdiri dari Kwartir Wilayah yang berada ditingkat Propinsi, Kwartir Daerah berada di tingkat Kota/Kabupaten, Kwartir Cabang berada di tingkat Kecamatan dan Qabilah berada di amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan (sekolah, pondok pesantren, perguruan tinggi) atau berada di pemukiman warga / tingkat Ranting Muhammadiyah
RaporBola.comRELATED ARTICLES

RaporBola.comMost Popular

RaporBola.comRecent Comments