Menyongsong 1 Abad HW 2018, Ramanda Uun: “Etika Berbicara Pandu HW”

Pengertian istilah

  1. Etika: 1) ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak); 2) kumpulan asas  atau nilai yang berkenaan dengan akhlak; 3) nilai mengenai benar dan salah  yang dianut suatu golongan atau masyarakat  (KBBI)
  2. Berbicara: 1) berkata, bercakap, berbahasa; 2) melahirkan pendapat (dengan perkataan, tulisan, dsb.); 3) berunding, merundingkan (KBBI).
  3. Berbicara: Kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan yang kelihatan (visible) yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasa-gagasan atau ide-ide yang dikombinasikan (HG Tarigan)
  4. Jahil (pandir): 1) bodoh, tidak tahu (terutama ttg ajaran agama); bebal.

Seni berbicara

Pada garis besarnya berbicara dapat dibagi menjadi dua bagian,yakni:

Berbicara di muka umum pada masyarakat (public speaking), yang mencakup empat jenis, yaitu:

  1. Bersifat memberitahukan atau melaporkan (informative speaking);
  2. Bersifat kekeluargaan, persahabatan(fellowship speaking);
  3. Bersifat membujuk, mengajak, mendesak, meyakinkan (persuasive speaking)
  4. Bersifat merundingkan dengan tenang dan hati-hati (deliberative speaking).

Berbicara pada konferensi (conference speaking), yang meliputi:

  1. Diskusi kelompok (group discussion);
  2. Prosedur parlementer (parliamentary prosedure);
  3. Debat
  • Pemilihan kata

Dalam berbicara ada beberapa kata yang harus dipilih, sesuai dengan waktu, tempat, dan orang yang diajak bicara. Kata-kata yang harus dipilih oleh pembicara di dalam Al-Quran ditunjukkan sebagai berikut:

  1. Kata-kata yang baik ((قولا معروفا Q.S.4:5
  2. Kata-kata yang lemah lembut (قولا لينا) Q.S. 20:44
  3. Kata-kata yang pantas (قولا ميسورا) Q.S. 17: 28
  4. Kata-kata yang berbekas pada jiwa (قولا بليغا) Q.S. 4:6
  5. Kata-kata yang benar/tepat (قولا سديدا) Q.S.
  6. Kata-kata yang mulia (قولا كريما) Q.S.17: 23

Golongan jahil

  1. Jahil karena hatinya tertutup
  2. Jahil karena otaknya tertutup

Berbicara kepada Orang Jahil golongan 1 (satu)

  1. Pilih kata-kata yang lemah lembut (قولا لينا), seperti yang dilakukan oleh Nabi Musa kepada Fira’un
  2. Pilih kata-kata sanjungan (قولا كريما), seperti yang dilakukan Nabi Muhammad saw. Kepada Abu Sufyan, tatkala futuh Mekah.
  3. Pilih kata-kata yang membekas dalam hati (قولا بليغا);
  4. Pilih kata-kata yang tidak menantang

Berbicara kepada Orang Jahil golongan 2(dua)

  1. Berbicara sesuai kemampuan otaknya;
  2. Pilih kata-kata yang baik (قولا معروفا)
  3. Pilih kata-kata yang benar/tepat (قولا سديدا);
  4. Kata-kata harus jelas (فصلا), dan teratur (ترتيل)

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *