Kepribadian Pandu Hizbul Wathan: Siap Menolong dan Berjasa

0
9
Flayer Seminar Kepanduan yang diselenggarakan Penuntun Hizbul Wathan Ir Djuanda Kartawidjaja Umtas.

TASIKMALAYA – Kafilah Penuntun Hizbul Wathan Ir Djuanda Kartawidjaja Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) terus memaju para pimpin dan anggota lewat Seminar Nasional Kepanduan.

Seminar yang digelar pada, Sabtu (25/4/2021) lewat zoom meeting tersebut bertemakan “Membentuk Kepribadian Pandu Yang Siap Menolong Dan Wajib Berjasa Untuk Kepanduan Yang Berkemajuan”.

Ramanda Imran Fauzan, Kwartir Wilayah HW Jabar dalam meterinya menyampiakan tentang kepribadian pandu yang siap menolong dan wajib berjasa untuk kepanduan berkemajuan.

“Undang Undang nomor satu berbunyi, Pandu Hizbul Wathan itu, dapat Dipercaya, artinya setiap perkataan harus jujur dan tidak boleh berbohong. Karena tidak ada istilah Pandu Hizbul Wathan itu berbohong,” kata Ramanda Imran Fauzan yang sekaligus Pelatih Nasional HW ini.

Adapun perilaku tolong menolong merupakan kunci dalam membangun kesuksesan dunia dan di akhirat. Hal ini, berkaitan dengan Undang Undnag Nomor tiga yang berbunyi “Pandu Hizbul Wathan itu, siap menolong dan wajib berjasa”.

“Sebelum mempelajari Undang Undang Hizbul Wathan, kita harus memahami janji yang diawali dengan bacaan basmallah. Supaya kader Hizbul Wathan dapat berproses secara bertahap dan benar-benar memahami Kepanduan Hizbul Wathan,” paparnya dalam seminar.

Seminar bertemakan “Membentuk Kepribadian Pandu Yang Siap Menolong Dan Wajib Berjasa Untuk Kepanduan Yang Berkemajuan” disaksikan lewat meeting zoom.

Selain itu menurut Ramanda Imran Fauzan, hal yang tidak kalah penting dari seorang Pandu HW adalah menumbuhkan jiwa korsa atau komando satu rasa dalam diri kita, untuk memberikan rasa hormat, kesetiaan, kesadaran, semangat keakraban, semangat kebersamaan serta daya juang.

SementaraRamanda Helmi Ali Akbar, Kwartir Daerah HW Kota Tasikmalaya dalam penyampaian materi keduanya mendorong para kader Pandu Hizbul Wathan untuk lebih mengenal dakwah Muhammadiyah berikut para ortomnya.

“Ketika Muhammadiyah berdakwah atau menyampaikan risalah illahi, Muhammadiyah dibantu organisasi ortonom dalam berdakwah, contohnya: dakwah Muhammadiyah di kalangan IPM, IMM, NA, PM, dan TSPM,” kata  Ramanda Helmi.

Termasuk Hizbul Wathan yang merupakan organisasi otonom (Ortom) di Muhammadiyah yang mempunyai dua identitas yaitu :

Pertama, Hizbul Wathan merupakan kepaduan islami artinya pendidikan kepanduan yang dilakukan oleh Hizbul Wathan adalah untuk menanamkan akidah islam dan membntuk peserta didik yang berahlak mulia,

Kedua, Hizbul Wathan merupakan organisasi ortonom Muhammadiyah yang tugas utamanya mendidik anak, remaja, dan pemuda dengan sistem kepanduan.

Laporan: Rakanda Firly

Editor: Andi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here