Qobilah Harus Melahirkan Kader Handal Hizbul Wathan dan Muhammadiyah

0
7
Ramanda Djali B. Sangadji saat melantik Qobilah AR Fachruddin HW STKIP Muhammadiyah Bogor. Dok: Kwarpus HW

BOGOR – Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sampaikan rasa kegembiraan atas pendirian sekaligus melantik Qobilah AR Fachruddin Hizbul Wathan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kabupaten Bogor.

Hal itu disampaikan Ramanda Djali B. Sangadji, Ketua Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sesuai melantik Qobilah AR Fachruddin HW STKIP Muhammadiyah Bogor, pada Selasa (23/11/2021) di Kampus II STKIP Muhammadiyah Bogor.

Baginya, pendirian dan pelantikan Qobilah AR Fachruddin merupakan sejarah penting bagi lingkungan kampus STKIP Muhammadiyah Bogor sebagai upaya untuk mencetak kader-kader handal Persyarikatan Muhammadiyah melalui Kepanduan Hizbul Wathan.

“Kita harus bangga menjadi bagian dari Kepanduan Hizbul Wathan karena kepanduan kita merupakan kepanduan pertama yang berdiri di Indonseia bahkan gerakan kepanduan ini telah berdiri sejak tahun 1918 tidak lama setelah Muhammadiyah berdiri,” sebut Ramanda Djali dalam sambutannya.

Apalagi, kata dia pada 20 Desember 2021 usia kepanduan Hizbul Wathan telah mencapai 103 tahun. Bahkan Kepanduan HW sudah terbentuk sebelum kemerdekaan Republik Indonesia sehingga wajar jika negara mengakui keberadaan HW di Negara Republik Indonesia.

Sementara Ketua PDM Kabupaten Bogor, Ramanda Mohammad Ghofar mengajak kepada kader Muhammadiyah untuk menanamkan kembali kecintaan kepada Hizbul Wathan sebagai salah satu ortom Muhammadiyah di bidang kepanduan. Dengan kecintaan tersebut maka diharapkan kepanduan ini bisa tetap eksis di negara Republik Indonesia.

“Muhammadiyah berdiri hingga saat ini karena adanya Hizbul Wathan, yang berarti pembela tanah air. Jadi kita semua adalah pembela tanah air,” paparnya.

Ia juga menambahkan kendati Hizbul Wathan pernah hilang dan ditenggelamkan pada masa pemerintahan Orde Baru. Namun, keadaan tersebut tidak lantas membuat semangat kepanduan pudar, lewat spirit momentum reformasi 1998, sekaligus bentuk penghargaan negara terhadap Muhammadiyah maka Kepanduan Hizbul Wathan dibangkitkan kembali bertepatan dengan Milad Muhammadiyah tahun 1999.

AR Fachrudin Spirit Muhammadiyah dan Hizbul Wathan

Adapun mengenai pemilihan nama AR Fachruddin sebagai nama pangkalan Qabilah merupakan bentuk penghargaan kepada salah satu tokoh Muhammadiyah yang lama memimpin Muhammadiyah dengan keteladanan yang banyak beliau berikan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya bahkan untuk generasi kita saat ini.

AR Fachrudiin juga pernah beberapa kali mengunjungi Muhammadiyah di Kabupaten Bogor khususnya Kecamatan Leuwiliang yang saat itu dipimpin oleh KH Adang Qamaruddin, sehingga beliau punya jejak historis di tanah pasundan ini.

Pembentukan Qabilah AR Fachruddin dilakukan tidak instan bahkan melalui perjalanan panjang yang berliku, sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tentu menjadi sebuah keniscayaan bagi STKIP Muhammadiyah Bogor untuk menghidupkan Hizbul Wathan sebagai salah satu Organisasi Otonom Muhammadiyah.

“Berdirinya Qobilah HW di STKIP Muhammadiyah Bogor adalah titik awal bagi kita untuk membangkitkan Kembali kejayaan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Kabupaten Bogor. Semoga ke depannya kita bisa mencetak generasi kader militan yang mencintai tanah air dan bersedia menjadi pembela tanah air dengan segenap jiwa dan raganya,” harap Ramanda Mad Rois, Anggota Qabilah AR Fachruddin.

Pelantikan tersebut turut Ketua Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Ketua BPH STKIP Muhamadiyah Bogor, Kwartir Wilayah Jawa Barat, Kwartir Daerah Kabupaten Bogor, Kwartir Daerah Kota Bogor, Kwartir Daerah Kota Depok, dan Kafilah HW STKIP Muhammadiyah Bogor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here