Hizbul Wathan Berkomitmen Terus Menguatkan Keindonesiaan

0
34
Tim Kerja PP Muhammadiyah, Fauzan Amar bersama Pengurus Kwartir Pusat Hizbul Wathan.

SURAKARTA – Dalam rangka membangun dan menyusun langkah-langkah taktis dan strategis untuk membangun karakter Hizbul Wathan dalam bingkai keindonesiaan, Kwartir Pusat Hizbul Wathan (HW) dan Kwartir Wilayah HW Jawa Tengah mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Penguatan Karakter Kepanduan Hizbul Wathan dalam Peran Keindonesiaan” pada hari Sabtu (6/11). Kegiatan tersebut bertempat di Sahid Hotel Solo, diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Seminar yang dihadiri oleh pengurus Hizbul Wathan (HW) se- Indonesia tersebut merupakan tindak lanjut MoU antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dalam Gerakan Revolusi Mental.

Ketua Umum Kwartir Pusat HW, Ramanda Endra Widyarsono, mengatakan acara ini sebagai bukti Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan memiliki kesadaran yang utuh untuk menguatkan peran Keindonesiaan. “Panglima Besar Jenderal Sudirman adalah contoh kader terbaik HW yang memiliki kontribusi nyata lahirnya Indonesia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Koordinator Tim Kerja PP Muhammadiyah, Faozan Amar, yang mengajak seluruh kader HW untuk meneladani kiprah Jenderal Sudirman.

“Pak Dirman bisa dijadikan best practice (praktik terbaik) bagaimana kita membangun rasa cinta tanah air dengan langkah nyata di lapangan di tengah ancaman ideologi transnasional yang dapat memecah belah bangsa,” pesannya.

Staf Khusus Menko PMK, Ravic Karsidi saat memberikan penguatan materi kepada Kader Pandu Hizbul Wathan

Staf Khusus Menko PMK, Ravic Karsidi, yang hadir mewakili Menko PMK pada seminar nasional tersebut mendorong kader Kepanduan HW untuk merevitalisasi nilai-nilai HW agar adaptif dengan tantangan digital dan global.

Kegigihan Panglima Besar TNI Jenderal Besar Sudirman dalam mempertahankan bangsa hingga menjadi pahlawan nasional, menurut mantan Rektor UNS tersebut, harus diteladani bersama di tengah tantangan bangsa yang terus silih berganti seperti adanya revolusi industri 4.0, hingga adanya ancaman benturan peradaban.

Dalam konteks peran keindonesiaan, Muhammadiyah maupun Hizbul Wathan menurut  Tafsir selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang hadir menjadi pemateri mengatakan, sudah menjadi kewajiban untuk membantu pemerintah, sebagai contoh dalam menyebarkan gerakan revolusi mental.

“Salah satu poin Kepribadian Muhammadiyah adalah membantu pemerintah, maka kita jadikan pemerintah sebagai mitra untuk membangun Indonesia, namun tetap kritis,” pararnya.

Sementara pesan lain disampaikan Kepala Seksi Teritorial Korem 074/Warastratama, Letkol. Caj. Achsin yang hadir sebagai salah satu narasumber, menyambut baik Seminar Penguatan Keindonesiaan yang dilakukan oleh Hizbul Wathan, karena menurutnya saat ini banyak tantangan bangsa di antaranya nasionalisme dan patriotisme menurun, pemahaman sejarah berkurang, dan lupa akan budaya bangsa.

Sebagai langkah nyata dalam mencintai Indonesia, pada seminar nasional tersebut diadakan penandatanganan bersama “Komitmen Mulia Hizbul Wathan dalam Mencegah Krisis Iklim”. Menurut Ketua Kwartir Wilayah HW Jawa Tengah, Ramanda Sukasno, kegiatan tambahan tersebut merupakan cinta nyata HW untuk merawat alam dan lingkungan, khususnya alam dan lingkungan Indonesia yang keindahannya telah dikenal dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here