Kafilah Penuntun UMS Selenggarakan Webinar Peran Pemuda dalam Kebangkitan Bangsa

0
37
Ramanda Syaiful Bahkri Ketua Kwrpus HW Bidang Hukum dan HAM saat memaparkan materi.

HIZBULWATHAN.OR.ID, SURAKARTA – Kafilah Penuntun HW Mohammad Djazman Universitas Muhamadiyah Surakarta mengadakan Webinar Kebangsaan edisi Sumpah Pemuda. Kamis, (28/10/2021).

Webinar ini diisi oleh Ketua Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Ramanda Syaiful Bakhri dan Taufik Hasan Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah. Adapun tema yang diangkat adalah, “Peran Pemuda dalam Kebangkitan Bangsa”. Webinar ini dilaksanakan melalui zoom meeting dihadiri 86 peserta dari dalam dan luar Universitas Muhammadiyah surakarta.

Ramanda Syaiful Bakhri mengatakan, “pemuda dalam rentang sejarah peradaban dunia selalu muncul sebagai salah satu unsur progresif untuk memajukan peradaban suatu bangsa. Bahkan, melakukan peran penting dalam meraih kemerdekaan”.

Menurutnya, sebelum merdeka, hasrat ingin merdeka itu sudah ada, terutama dipelopori oleh anak muda yang tergabung dalam organisasi-organisasi yang ada di akhir abad 18.

“Jauh sebelum Republik ini berdiri pada 1945, para ‘Jong’ telah memberi ruang kebebasan bagi tumbuhnya keunikan-keunikan suku Nusantara. Diawali Budi Utomo, kemudian di beberapa daerah berdiri organisasi kaum muda tersebut antara lain dari Jong Java, Jong Sumatra Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Jong Ambon dan sebagainya,” papar Ramanda Syaiful Bakhri, Guru Besar di Bidang Hukum.

Mereka pemuda-pemuda ini dicatat Belanda sebagai gerakan progresif. Begitu pula, mereka ingin memajukan Indonesia atas dasar pengalaman pahit. Kita tahu, negeri Indonesia yang luar biasa dahsyat ini, kaya akan sumber daya alam.

“Para penjajah yang dulunya hanya berdagang saja, namun akhirnya mempunyai hasrat untuk menguasai Nusantara ini, Kepedulian tokoh-tokoh pemuda, dimulai dari Bung Karno mulai mengupayakan untuk mendeklarasikan kemerdekaan secepatnya. Kesuksesan pemuda menghasilkan sebuah gagasan progresif sehingga menghasilkan sebuah kemerdekaan”, pungkas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Adapun pemateri kedua, adalah Taufik Hasan, dalam paparannya. “Kita sudah tidak asing dengan bonus demografi. Satu keadaan yang usia setiap tahun jumlah penduduk di dunia akan terus bertambah,” jelasnya.

Pertayaannya, bagaimana di suatu negara memanfaatkan bonus demografi tersebut. Akan menjadi suatu yang percuma saja, jika banyak pemuda yang tidak berperan.

Taufik Hasan Sekretaris Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah saat memaparkan materi, doc: Kafilah Penuntun HW UMS

Pemuda itu ibarat air, harus mencari celah seberapa keras kehidupan, aturan. Harus bisa mencari celah bukan pemuda jika suatu keadaan untuk diratapi.

Sambung Taufik, “seorang pemuda harus pandai menyesuaikan diri dengan keadaan. Bagaimana sebelumnya di masa awal pandemi seolah kita kaget, namun perlahan kita bisa menyesuaikan”.

Sumpah pemuda menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia. Sumpah pemuda yang nanti memprakarsai Kemerdekaan. Sebelum ada sumpah pemuda, para pemuda ini berfikir, bagaimana Indonesia dijajah. Begitulah politik etis Belanda.

Walaupun hanya masyarakat ningrat bukan masyarakat pribumi yang dicerdaskan. Namun, setidaknya orang-orang, seperti Bung Karno memikirkan Indonesia. Akhirnya, kemudian ada semangat untuk mempersatukan, akhirnya dibentuklah organisasi kepemudaan atau disebut ‘Jong’ di masa dulu. (Ivan Fadilla)

Peserta Webinar Kebangsaan edisi Sumpah Pemuda dari HW Kafilah Penuntun Moh Djazman UMS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here