Jangan Berhenti Menulis, Salah Satu Trik Menjadi Produktif Ala Hizbul Wathan

0
17
Flayer semangat menulis ala Pandu Hizbul Wathan.

HIZBULWATHAN.OR.ID, YOGYAKARTA – Masa pandemi Covid-19 dengan beragam kegiatan dituntut untuk tetap eksis. Media sosial berjejaring menjadi salah satu trik jitu untuk menghidupkan kegiatan misalnya menggunakan platform aplikasi Zoom untuk mengadakan seminar online.

Kali ini, Bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi Kwartir Pusat Hizbul Wathan (Kwarpus HW) menyelenggarakan “Latihan Menulis Berita untuk Pandu HW”, via Zoom, pada Rabu, (24/2/2021). Kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan semangat menulis, bagi yang sudah terbiasa atau yang baru memulai, ungkap Muhammad Arsyad Ketua Bidang Komunikasi dan TI Kwarpus HW.

Hal senada juga diungkapkan oleh narasumber Ramanda Mohammad Ernam, Menulis itu seperti gerbong kereta api. Diibaratkan ketika kereta api berhenti maka ia akan sulit berjalan lagi. Sama halnya dengan menulis, harus tetap diasah dengan cara mempraktikkannya agar kemudian tidak berhenti.

“Kalau sudah berhenti sama halnya seperti kereta, butuh waktu untuk berjalan lagi.” kata Ramanda Ernam memotivasi Pandu HW.

Lelaki yang juga anggota kontributor pwmu.co tersebut menjelaskan teknik penulisan berita menggunakan piramida terbalik. Pertama diawali dengan Lead atau informasi penting yang merupakan rangkuman atau intisari sehingga pembaca bisa tahu informasi yang terkandung di bawahnya. “Kalimat pembuka yang menarik juga akan mempengaruhi ketertarikan pembaca untuk membaca lebih lanjut.” Paparnya.

Kemudian, kedua yaitu bodi, pada bodi terkandung intisari berita. Informasi sepintas yang sudah dijelaskan di lead dijelaskan lebih lengkap dengan mengandung unsur 5W+1H pada bagian ini. Yang terakhir yaitu tail atau tambahan. Pada bagian ini penjelasan terkait latar belakang berita atau hal yang terkait dengan inti berita dijelaskan.

Tak cukup 5W+1H, unsur 3E+1N juga mempengaruhi kualitas dari sebuah berita. Yaitu, Educating (Mendidik), Enlightening (Mencerahkan), Empowering (Memberdayakan), dan Nationalism (Kebangsaan/NKRI). Misalnya, salah satu hal yang mengandung unsur nationalism adalah mengambil info positif dari setiap hal atau kejadian yang diberitakan.

“Dalam penulisan berita tunjukkanlah yang bagusnya agar bisa dicerna baik oleh pembaca,” kata Ramanda Ernam dalam paparannya.

Reporter: Ayunda Disa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here