Kwartir Pusat HW Menggelar Dialog Kebangsaan Penguatan Nilai-Nilai Pancasila

0
63

HIZBULWATHAN.OR.ID – “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Untuk Generasi Penerus Bangsa”. Acara ini menghadirkan narasumber, pejabat ketua umum Kwarpus HW, Ramanda Endra Widyarsono dan ketua Kwarwil HW Bengkulu sekaligus anggota DPD RI, H. Ahmad Kanedi, M.H. Ahad, (21/2/2021).

Ramanda Endra Widyasarno menyampaikan bahwasanya Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah merupakan sebuah kesepakatan para founding father dan tidak perlu dibahas lagi asal-usulnya, apalagi ada pengurangan dan penambahan menjadi trisila aatu dwisila.

Penguatan nilai pancasila di kalangan generasi muda terutama anggota HW harus dilaksanakan secara simultan melalui pendidikan. “Mulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat, harus ada sinergi untuk mengkokohkan nilai-nilai Pancasila yang mana nilai itu digali dari budaya adiluhung  bangsa Indonesia,” paparnya.

Didalam kepanduan, pendidikan dilakukan secara kreatif dengan metode bermain, bernyanyi, bercerita dan berpetualang. Metode ini dipilih apabila subjek ajar tidak merasa diajar. Oleh sebab itu dilaksanakan dalam suasana menggembirakan serta menyenangkan.

Menurutnya, HW sebagai organisasi gerakan kepanduan akan terus bergerak dan menggerakan sekaligus memandu sebagai ujung tombak persyarikatan Muhammadiyah dalam memahami Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah. Hal itu seiring dengan tekadnya menghadirkan Islam berkemajuan dalam menyebarkan islam rahmatan lil alamin melauli amaliah nyata.

Sementara Ramanda Ahmad Kanedi, mengatakan, kita sudah menerima dan sudah memberikan semuanya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Muhammadiyah menjadi garda terdepan. Tokoh-tokoh Muhammadiyah juga pencetus menjadi bagian yang melahirkan Pancasila. Tentunya tidak dapat dipungkiri dalam perjalanananya, saya merasakan sebagai senator tentunya menjadi hal yang memprihatinkan di masyarakat,” jelasnya.

Kita lihat dari sila pertama sampai sila kelima yang menjadi bagian, bagaimana mengembalikan frame dalam  sebuah kehidupan. Kita mengharapkan Pancasila menjadi bagian suatu proses berbangsa. Indonesia adalah negara demokrasi, partai politik menjadi bagian yang dilihat masyarakat. Namun parpol tidak mencerminkan nilai-nilai kebangsaan, sehingga masyarakat mulai kehilangan harapan.

Nilai-nilai yang dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya berbeda-beda. Dalam memberikan suatu harapan masyarakat, terkadang masyarakat ada yang berkesimpulan tidak ada harapan terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Generasi muda tentunya generasi paling dibutuhkan menjadi jembatan yang bisa menghubungkan dengan kondisi kekinian. Generasi muda sebagai titik tumpu harapan, supaya generasi muda diajak untuk menjadi generasi penyelamat nilai-nilai pancasila,” pungkasnya. (Faiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here