Gerakan Menyejukkan Bumi Menjadi Agenda Besar Konsolidasi Nasional Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah

0
11

Yogyakarta – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Lingkungan Hidup (MLH) melalui zoom telekonferensi video dijadikan sebagai ajang konsolidasi organisasi dan sosialisasi program kerja MLH Pimpinan Pusat Muhammadiyah (05/06/2021).

Sinkronisasi dan pengembangan program kerja MLH pada semua level infrastruktur diharapkan semakin masif dari tingkat pusat hingga cabang dan ranting. Eksplorasi problematika lingkungan secara spesifik di seluruh kawasan Nusantara.

Pada aspek konseptual, telah disusun buku-buku baik filosofis maupun praktis, diskusi lingkungan dan advokasi. Program praksisnya telah dikembangkan aksi-aksi nyata, antara lain pembangunan kawasan penyejuk bumi (KPB), sekolah/kampus sejuk (Green School/Campus), sekolah iklim dan lingkungan, pendidikan kader lingkungan, shadaqah sampah dan kampanye lingkungan.

Oleh karena itu, dalam sambutannya Ketua MLH PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Muhjidin Mawardi menyampaikan bahwa “sejak tahun 2000 Muhammadiyah telah mengawali gerakan peduli terhadap lingkungan dengan dibentuknya Lembaga Studi dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (LSPLH) dan ditegaskan secara formal dalam Keputusan Muktamar ke-45 dengan dibentuknya Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) yang dideklarasikan pada tanggal 15 Desember 2005 di Yogyakarta. Selanjutnya untuk lebih mempertegas partisipasi aktif Muhammadiyah dalam upaya penyelamatan dan pengelolaan lingkungan dan menjadi gerakan masif, maka pada Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta diubah menjadi Majelis Lingkungan Hidup (MLH). Pada Rakornas tahun 2016 di Yogyakarta, MLH PP Muhammadiyah telah menguatkan program utamanya, yaitu Pendidikan Lingkungan, yang dikemas dalam suatu langkah komprehensif bernama “Gerakan Muhammadiyah Menyejukkan Bumi”.

“Program ini perlu ditegaskan kembali, mengingat kerusakan lingkungan yang eskalasinya semakin meningkat, hanya dapat dihambat atau bahkan dihentikan melalui jalur Pendidikan Lingkungan, yang dapat dilihat indikator keberhasilan dala implementasi program ini adalah terjadinya perubahan pola pikir masyarakat luas tentang lingkungan yang diwujudkan dengan perubahan perilaku yang ramah lingkungan”, tegas Muhjidin.

Rakornas MLH PP Muhammadiyah dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni dan perwakilan MLH dari seluruh Indonesia dan beberapa mitra, seperti Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, LKHPB PP Aisyiyah, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Republik Indonesia, Interfaith Rainforest Initiative Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here