Pandu Hizbul Wathan Memberikan Peran Nyata

0
45
Ramanda Endra Widyarsono, Ketua Umum Kwartir Pusat HW saat membubuhkan tanda tangan pembukaan Semloknas dan Gladian Penuntun ke-II.

PONOROGO – Ketua Umum Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Ramanda Endra Widyarsono, pada (25/07/2022) membuka kegiatan Seminar Lokakarya Nasional dan Gladian Penuntun II Hizbul Wathan di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo).

Kegiatan yang dilangsungkan dari 25-28 Juli 2022 ini diikuti peserta Penuntun Hizbul Wathan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Indonesia. Hadir mulai dari Bangka Belitung hingga Sorong.

Masing-masing peserta Penuntun HW PTMA mengirimkan 4 delegasi sebagai peserta kecuali dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mengirimkan 15 peserta.

Ramanda Endra Widyarsono, Ketua Umum Kwartir Pusat HW menyambut positif kegiatan yang melibatkan Penuntun HW di PTMA. Dalam sambutannya, Ramandra Endro berpesan agar Pandu Hizbul Wathan ikut terlibat dan mendukung terlibat dalam kemajuan perguruan tinggi. Apalagi, Hizbul Wathan adalah wadah kreatifitas bagi mahasiswa.

Dalam kesempatan yang sama, Ramanda Endra mendorong PTMA ikut menyediakan wadah kreatifitas bagi Hizbul Wathan agar bisa menggembangkan potensi dan kemampuan diri. Karena prestasi muncul ketika seorang manusia bisa mengembangkan dirinya. Untuk itu, perguruan tinggi harus terus mendorongnya.

“Dengen begitu, Hizbul Wathan bisa memberi peran yang nyata bahkan berperan lebih besar. Apalagi HW adalah pandu terbesar di Indonesia. Ini saatnya generasi menunjukkan potensi besar yang dimiliki untuk aksi nyata,” ajaknya.

Lebih jauh, Ramanda Endra berharap dari forum Semloknas dan Gladian Penuntun II Hizbul Wathan bisa diinventaris perkembangan pergerakan hizbul wathan di seluruh PTMA.

“Melalui HW diharapkan generasi muda Muhammadiyah sanggup serta mampu menghamba kepada Allah, berbuat kebajikan untuk nusa dan bangsanya”, ujar Ramanda Endro.

Pandu Hizbul Wathan mampu menjadi penerus dan pencetus gagasan di era modern berdasarkan ajaran Islam. Maka dari itu, mereka harus dibekali dengan keyakinan tauhid, akhlak mulia serta ilmu pengetahuan dan teknologi. (*)

*Kontributor: Dita Fitria Wati (HW UMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here