Peran dan Karakter Tangguh Hizbul Wathan dalam Menghadapi Pandemi

0
9
Ketua Umum Kwarpus HW, Ramanda Endra Widyarsono. Foto: Kwarpus HW, Maret 2020

YOGYAKARTA – Kasus angka positif Covid-19 per-tanggal 21 Agustus 2021 telah mencapai 3,9 juta lebih. Kasus angka terkonfirmasi positif ini tentu saja mendapatkan perhatian banyak pihak karena angka yang hampir mencapai 4 juta.

Diantara pihak yang perhatian atas meningkatnya angka kasus positif Covid-19 adalah Forum 2045. Lewat acara bertajuk Obrolan Publik bertemakan “Hampir 4 Juta Kasus: Kurikulum Sosial Kebiasaan Baru”, turut memberikan pandangan dan masukan mengenai masalah pandemi.

Flayer Obrolan Publik Forum 2045, Ramanda Endra Widyarsono Ketua Umum Kwarpus HW menjadi narasumber.

Forum yang diinisiasi oleh para akademisi tersebut menampung dan mewadahi gagasan untuk menjambut Indonesia dalam usia seabad pada 2045, termasuk mengurai kebiasaan sosial baru di masa pandemi Covid-19.

Ketua Umum Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Ramanda Endra Widyarsono yang menjadi salah satu nara sumber dalam Obrolan Publik Forum 2045 menyampaikan gagasan mengenai peran Hizbul Wathan dalam menghadapi kebiasaan sosial baru dan kurikulum pendidikan di masa pandemi Covid-19.

Sejak berlakunya pembelajaran daring di masa awal pandemi Covid-19, kata Ramanda Endra, Hizbul Wathan telah menjajaki komunikasi di Qobilah dengan memperhatikan betul kondisi peserta didik perihal pendidikannya. Diantaranya mengajak mereka (peserta didik) menyampaikan keluhan lewat tulisan selama pembelajaran daring.

“Kemudian juga melibatkan orangtuanya untuk menulis jadilah buku Antologi Pandemi sebagai sebuah karya,” kata Ramanda Endra melalui penyampainnya, pada Sabtu (18/8/2021).

Melalui keluhan yang dibalut lewat karya, kata Ramanda Endra menjadi solusi dan mampu menyebatani kejenuhan pendidikan daring di masa pandemi sehingga bisa menghadapi kebiasaan kurikulum baru pada dunia pendidikan.

Karakter Tangguh Pandu Hizbul Wathan Menghadapi Situasi Pandemi

Selain itu, Ramanda Endra juga menekankan pentingnya pendidikan karakter tangguh. Hal ini ia tegaskan lewat Surat Edaran Kwartir Pusat Hizbul Wathan (Kwarpus HW) yang berisi muatan membangun karakter kader Pandu HW tangguh, adaptif dan tangguh dalam menghadapi situasi dan menyesuaikan diri di masa Pandemi Covid-19.

“Tentang hal ini kita punya modal sejarah Kader Pandu HW Jenderal Soedirman lewat perkataanya yang tertulis di Museum Jenderal Soedirman, “Jadilah orang tangguh suatu ketika kalian akan mengalami cobaan berat, ” paparnya melalui Obrolan Meeting Zoom.

Ketangguhan tersebut rupaya sudah tercermin sejak Soedirman Muda mengikuti Kemah HW di Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Dimana saat para rekannya kedinginan berkemah di lapangan lalu memutuskan pindah ke pemukiman, sedang Soedirman teguh tetap berada dilapangan.

“Itulah yang melatarbelakangi kata mutiara dalam Museum Jenderal Soedirman. Termasuk sikap tangguh Jendral Soedirman menghadapi Kolonial Belanda saat Perang Gerilya mempertahankan Kemerdekaan RI,” kata Ramanda Endra.

Tangkapan Layar saat Meeting Zoom Obrolan Publik Forum 2045.

Terakhir, Ramanda Endra menyampaikan saat ini Hizbul Wathan lewat Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kwarpus HW telah menyusun kurikulum pendidikan khusus di masa pandemi. Serta peran lain Hizbul Wathan adalah komitmen mendukung percepatan vaksinasi Persyarikatan Muhammadiyah di wilayah dan daerah dibawah koordinasi Muhammadiyah Covid-19 Commad Center (MCCC). (*Andi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here