Identifikasi Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Terhadap Penyebab Terjadinya Krisis Lingkungan

0
33

Yogyakarta – Melalui zoom telekonferensi video, Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan rapat kordinasi nasional (05/06/2021).

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Muhjidin Mawardi dalam sambutannya menyampaikan bahwa diantara banyak penyebab terjadinya krisis lingkungan akhir-akhir ini, paling tidak dapat diidentifikasi beberapa penyebab utamanya, yakni:

  1. Cara pandang Cartesian-Antroposentris yang telah menafikan sistem nilai yang terdapat pada alam dan hanya memperhatikan nilai-nilai yang dianggap bermanfaat bagi manusia. Alam dianggap sebagai benda mati dan tak terkait denhan realitas yang lain.
  2. Kemajuan sains dan teknologi yang dibangun menggunakan paradigma cartesian.
  3. Pandangan materialistik-kapitalistik dan perilaku koruptif, yang berkibat pada eksploitasi sumberaya alam dan menganggap alam tidak ada hubungannya dengan sains dan teknologi, menolak campur tangan Tuhan sebagai pencipta alam. Sains modern dengan dogma positivisme dan turunannya seakan menjadi instrumen yang paling tepat untuk mencapai kebidupan yang layak dan rasional.
  4. Era globalisasi dengan berbagai komponennya. Globalisasi pada dasarnya merupakan kelanjutan dari era kapitalisme dan kolonialisme dengan ciri liberalisasi di segala bidang yang dipaksakan melalui peraturan atau pengaturan program secara struktural oleh lembaga finansial global yang menyeponsori pasar bebas dalam skala besar, yang memerlukan sumber pasokan bahan baku dan tenaga kerja semurah mungkin mengakibatkan ketimpangan sistem ekonomi dan hanya melihat aspek ekonomi semata tanpa memperhatikan aspek lingkungan. Akibatnya terjadi pemakaian sumber daya alam secara berlebihan, pengerukan sumber daya alam secara ekstraktif dan masif oleh sekelompok orang yang menggunakan kendaraan sains dan teknologi dalam menaklukan alam, terutama di negara-negara berkembang. (saa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here